Bunda,
Masih ingat ketika kau bawaku pergi
menginap di rumah paman dan bibi?
Dalam senangku membolos sebagai siswi
hanya bermain dan berlari
Aku bahagia dan tertawa setiap hari
Tapi...kulihat bunda menangis
Bunda,
Masih ingat ketika kupergi main sepeda
disekitar rumah tetangga?
Sampai senja ku tak jua muncul ditempatku semula
Aku bahagia dan tertawa karena riang main sepeda
meski entah dengan siapa
Tapi...kulihat bunda menangis
Bunda,
Masih ingat ketika ragaku terbujur kaku
didasar kolam biru?
Dalam mimpiku...dalam ketidaksadaranku
Aku bahagia dan tertawa di jembatan menuju
pulau kaki pelangi itu
Tapi...kulihat bunda menangis
Bunda,
Belum habiskah telaga air mata?
Belum cukupkah ia mengalir dari muaranya?
Dan yang mampu kuingat hanya bahagia
hanya tawa,
Di setiap waktuku disisi bunda
Tapi...kulihat bunda menangis
Hari ini...bundaku menangis lagi
Tapi aku tak sedang bahagia
apalagi tertawa
Hari ini...kalau aku yang menangis saja
Gantikan air mata bunda
Maukah bunda tertawa dan bahagia?
March 02, 2009
February 14, 2009
PINTAR PINTAR BODOH (PinPinBo)
"You can know the name of a bird in all the languages of the world, but when you're finished, you'll know absolutely nothing whatever about the bird... So let's look at the bird and see what it's doing -- that's what counts. I learned very early the difference between knowing the name of something and knowing something." Richard Feynman (1918 - 1988)
Ilmu. Apa sih arti sebenarnya? Ini yang gue temukan, dalam bahasa Yunani perkataan ilmu disebut sebagai epistamai/episteme yang berasal dari akar kata yang berarti 'to stand' yakni berdiri, yang keserasian makna dalam bahasa Inggrisnya ialah ‘to understand’ yakni memahami. Ilmu dalam bahasa Arab memiliki makna pengetahuan. Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan:
"ilmu ialah memindahkan gambaran yang diketahui dari kenyataan alam luar kemudian ditetapkannya (dimasukkan hingga tetap) ke dalam diri."
Gue bukan ahli etimologi, jadi gue ga akan memperdebatkan apa arti Ilmu. Hal-hal diatas gue dapet dari sekedar googling dengan memasukkan kata kunci : makna Ilmu. Gue lakukan ini bukan karena gue mendadak tolol sampai tidak punya pengetahuan tentang makna Ilmu. Ini semua berangkat dari self-questioning gue tentang bagaimana seseorang mampu menilai seorang lainnya sebagai manusia berilmu. Apakah yang menjadi tolak ukur bagi seseorang untuk menjadi manusia berilmu?
Apakah konsep "beauty is in the eye of the beholder" juga berlaku untuk mereka yang berilmu? atau konsep Pintar vs Bodoh merupakan suatu yang memiliki ketentuan absolut? atau lelucon yang menyatakan cantik itu relatif, jelek itu absolut justru menjadi lebih sesuai ketika cantik diganti menjadi pintar, dan jelek diganti menjadi bodoh? Skor IQ yang menggolongkan manusia berdasarkan tingkat kecerdasan melalui serangkaian tes, apakah serta merta menjadi tolak ukur absolut kecerdasan? Waktu SMA gue pernah jalani tes ini. Skor gue 128. Kalau merujuk pada skor tersebut, harusnya gue digolongkan sebagai anak dengan tingkat kecerdasan superior/cerdas berdasarkan penggolongan Weschler yang dipakai DIKNAS. Pun begitu, sampai detik ini masih gue temukan teman yang sering menilai gue lemot (lemah otak) bahkan bodoh.
Dan siapa pula manusia yang paling berkapasitas menentukan status keilmuan manusia lain? Sekali lagi, tolak ukur macam apa yang digunakan untuk memberi label keilmuannya? skor IQ yang saklek, atau melalui perbandingan langsung antara manusia satu dengan manusia lain? Dalam suatu penelitian untuk mendapatkan satu kesimpulan hasil yang dapat di generalisasi maka ada banyak prasyarat yang perlu dipenuhi. Yang pertama dan utama adalah besar subjek yang diperiksa haruslah mewakili populasi yang diperiksa, setiap subjeknya harus homogen, dan pemeriksa (bila lebih dari 1) telah melakukan uji validitas dan reliabilitas agar hasil pemeriksaan yang dilakukan tidak menimbulkan bias. Konyol rasanya bila kita mencoba membandingkan kualitas gizi kangkung yang tumbuh di lahan organik dengan kangkung yang tumbuh di kebun penuh polusi. Dan toh pada akhirnya kedua kangkung dengan kualitas gizi yang berbeda tersebut bila diolah dengan cara yang salah juga akan sama tidak bergunanya,
pun sebaliknya.
Jadi, kalau Ilmu memanglah suatu pengetahuan, suatu pemahaman. Kalau Ilmu memang adalah refleksi terhadap kenyataan alam luar yang dimasukkan hingga tetap kedalam diri seseorang, maka pantaslah jika orang berilmu sangatlah dipengaruhi oleh alam luar dimana ia berdiri mencari ilmu. Memang bisa saja kangkung yang tumbuh di lahan organik tetap berkualitas buruk, sama seperti kemungkinan kangkung berkualitas tumbuh di lahan penuh polusi. Namun gue tetep percaya kalau alam luarnya berkembang, seiring dengan waktu, kangkung apapun bisa punya kualitas gizi cukup baik kalau bisa memanfaatkan sumber nutrisinya dengan baik. Sama seperti kemungkinan manusia yang makin berilmu seiring berkembangnya alam luar yang diamatinya.
Tak perlulah label pintar atau bodoh...cukup mau mencari ilmu atau berhenti mencari tau...that's what counts.
Ilmu. Apa sih arti sebenarnya? Ini yang gue temukan, dalam bahasa Yunani perkataan ilmu disebut sebagai epistamai/episteme yang berasal dari akar kata yang berarti 'to stand' yakni berdiri, yang keserasian makna dalam bahasa Inggrisnya ialah ‘to understand’ yakni memahami. Ilmu dalam bahasa Arab memiliki makna pengetahuan. Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan:
"ilmu ialah memindahkan gambaran yang diketahui dari kenyataan alam luar kemudian ditetapkannya (dimasukkan hingga tetap) ke dalam diri."
Gue bukan ahli etimologi, jadi gue ga akan memperdebatkan apa arti Ilmu. Hal-hal diatas gue dapet dari sekedar googling dengan memasukkan kata kunci : makna Ilmu. Gue lakukan ini bukan karena gue mendadak tolol sampai tidak punya pengetahuan tentang makna Ilmu. Ini semua berangkat dari self-questioning gue tentang bagaimana seseorang mampu menilai seorang lainnya sebagai manusia berilmu. Apakah yang menjadi tolak ukur bagi seseorang untuk menjadi manusia berilmu?
Apakah konsep "beauty is in the eye of the beholder" juga berlaku untuk mereka yang berilmu? atau konsep Pintar vs Bodoh merupakan suatu yang memiliki ketentuan absolut? atau lelucon yang menyatakan cantik itu relatif, jelek itu absolut justru menjadi lebih sesuai ketika cantik diganti menjadi pintar, dan jelek diganti menjadi bodoh? Skor IQ yang menggolongkan manusia berdasarkan tingkat kecerdasan melalui serangkaian tes, apakah serta merta menjadi tolak ukur absolut kecerdasan? Waktu SMA gue pernah jalani tes ini. Skor gue 128. Kalau merujuk pada skor tersebut, harusnya gue digolongkan sebagai anak dengan tingkat kecerdasan superior/cerdas berdasarkan penggolongan Weschler yang dipakai DIKNAS. Pun begitu, sampai detik ini masih gue temukan teman yang sering menilai gue lemot (lemah otak) bahkan bodoh.
Dan siapa pula manusia yang paling berkapasitas menentukan status keilmuan manusia lain? Sekali lagi, tolak ukur macam apa yang digunakan untuk memberi label keilmuannya? skor IQ yang saklek, atau melalui perbandingan langsung antara manusia satu dengan manusia lain? Dalam suatu penelitian untuk mendapatkan satu kesimpulan hasil yang dapat di generalisasi maka ada banyak prasyarat yang perlu dipenuhi. Yang pertama dan utama adalah besar subjek yang diperiksa haruslah mewakili populasi yang diperiksa, setiap subjeknya harus homogen, dan pemeriksa (bila lebih dari 1) telah melakukan uji validitas dan reliabilitas agar hasil pemeriksaan yang dilakukan tidak menimbulkan bias. Konyol rasanya bila kita mencoba membandingkan kualitas gizi kangkung yang tumbuh di lahan organik dengan kangkung yang tumbuh di kebun penuh polusi. Dan toh pada akhirnya kedua kangkung dengan kualitas gizi yang berbeda tersebut bila diolah dengan cara yang salah juga akan sama tidak bergunanya,
pun sebaliknya.
Jadi, kalau Ilmu memanglah suatu pengetahuan, suatu pemahaman. Kalau Ilmu memang adalah refleksi terhadap kenyataan alam luar yang dimasukkan hingga tetap kedalam diri seseorang, maka pantaslah jika orang berilmu sangatlah dipengaruhi oleh alam luar dimana ia berdiri mencari ilmu. Memang bisa saja kangkung yang tumbuh di lahan organik tetap berkualitas buruk, sama seperti kemungkinan kangkung berkualitas tumbuh di lahan penuh polusi. Namun gue tetep percaya kalau alam luarnya berkembang, seiring dengan waktu, kangkung apapun bisa punya kualitas gizi cukup baik kalau bisa memanfaatkan sumber nutrisinya dengan baik. Sama seperti kemungkinan manusia yang makin berilmu seiring berkembangnya alam luar yang diamatinya.
Tak perlulah label pintar atau bodoh...cukup mau mencari ilmu atau berhenti mencari tau...that's what counts.
February 05, 2009
(Another) Bodoh Story seorang Sally
Tulisan ini terinspirasi dari hasil chatting dua orang bodoh yang dengan bodohnya memperdebatkan hikmah dibalik lagu Sally Sendiri-nya Peterpan. Bahkan kalimat pembuka ini saja cukup bodoh rasanya, karena dua orang mencoba mencari hikmah dibalik lagu. Tapi kalau merujuk ke etimologi hikmah dari kamus bahasa arab (karena ternyata akar katanya dari bahasa arab) yang berarti pendapat/pikiran yang berguna, harusnya hikmah ini bisa datang dari mana aja, termasuk dari lirik lagu. Dan tanpa bermaksud mengecilkan karya seni anak negeri, apa lagi tidak menghargai musik lokal. Gue termasuk pendukung para pengemban amanah permusyawaratan rakyat untuk perkembangan seni tanah air kok, lepas dari minimnya pengetahuan gue tentang musik. Itulah sebabnya perdebatan dua orang bodoh bukan tentang betapa standartnya musikalitas lagu Sally Sendiri. Sekedar gambaran, ini lirik lagu Sally Sendiri :
sally mencariku
biarkan dia terbang jauh
dalam hatinya hanya satu
jauh hatinya hanya aku
katakan ku takkan datang
pastikan ku takkan kembali
lalu biarkan dia menangis
lalu biarkan dia pergi
sally kau selalu sendiri
sampai kapan pun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis
sally kau selalu sendiri
sampai kapan pun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis
aaaah haaaaa aaahaaaa
kuingin sally
Orang bodoh pertama berpendapat, lirik lagu tersebut ga lebih dari (another) bodoh story. Konsep perempuan menangis dan menanti sampai lelah untuk seorang mahluk adam yang tidak menginginkan dia adalah suatu wujud prilaku tanpa logika. Bodoh. Sementara orang bodoh kedua berpendapat, mungkin sang Sally berbuat kesalahan yang cukup besar sehingga membuat sang lelaki pergi tanpa pamit, dan meninggalkan Sally sendiri. Dan cerita model beginian mungkin terjadi. Cukup real. Setuju? Ga Setuju? apapun pendapat kedua orang bodoh itu, ga membuat cerita lirik itu punya makna lebih.
Cerita cinta dalam format audio maupun audio visual yang banyak beredar dimuka bumi Indonesia toh kebanyakan a la carte, generik. Karakter ekstrim dengan plot tragis di sepanjang cerita. Pun lirik ini, ikut versi orang bodoh pertama dengan karakter perempuan super baik dan super setia menanti lelaki super brengsek. Atau ikut plot orang bodoh kedua dengan karakter wanita super salah, membuat sang lelaki balas dendam dengan meninggalkan sang wanita super menyesal sampai merana. Keduanya sama bodohnya, dan sadly sama lakunya sebagai menu pilihan standart sebagian besar 'karya seni' negeri ini. Jadi, apa donk hikmah dari (another) bodoh story yang sepertinya too bad too be real?? jadilah manusia kreatif?? :-)
sally mencariku
biarkan dia terbang jauh
dalam hatinya hanya satu
jauh hatinya hanya aku
katakan ku takkan datang
pastikan ku takkan kembali
lalu biarkan dia menangis
lalu biarkan dia pergi
sally kau selalu sendiri
sampai kapan pun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis
sally kau selalu sendiri
sampai kapan pun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis
aaaah haaaaa aaahaaaa
kuingin sally
Orang bodoh pertama berpendapat, lirik lagu tersebut ga lebih dari (another) bodoh story. Konsep perempuan menangis dan menanti sampai lelah untuk seorang mahluk adam yang tidak menginginkan dia adalah suatu wujud prilaku tanpa logika. Bodoh. Sementara orang bodoh kedua berpendapat, mungkin sang Sally berbuat kesalahan yang cukup besar sehingga membuat sang lelaki pergi tanpa pamit, dan meninggalkan Sally sendiri. Dan cerita model beginian mungkin terjadi. Cukup real. Setuju? Ga Setuju? apapun pendapat kedua orang bodoh itu, ga membuat cerita lirik itu punya makna lebih.
Cerita cinta dalam format audio maupun audio visual yang banyak beredar dimuka bumi Indonesia toh kebanyakan a la carte, generik. Karakter ekstrim dengan plot tragis di sepanjang cerita. Pun lirik ini, ikut versi orang bodoh pertama dengan karakter perempuan super baik dan super setia menanti lelaki super brengsek. Atau ikut plot orang bodoh kedua dengan karakter wanita super salah, membuat sang lelaki balas dendam dengan meninggalkan sang wanita super menyesal sampai merana. Keduanya sama bodohnya, dan sadly sama lakunya sebagai menu pilihan standart sebagian besar 'karya seni' negeri ini. Jadi, apa donk hikmah dari (another) bodoh story yang sepertinya too bad too be real?? jadilah manusia kreatif?? :-)
Bukan itu tujuan gue buat tulisan ini. Gue cuma mo bilang, get real people! there's a reason why people match the word 'fall' in fall in love. Atau kata 'jatuh' dalam jatuh cinta. Menurut gue, itu adalah pemenuhan konsep kesetimbangan, yang notabene merupakan konsep dasar eksistensi manusia. Konsep dasar alam raya bekerja. Cinta benci, jatuh bangun, benar salah, positif negatif. Semua pada proporsinya. When you "fall' in love...simply go back up! gitu juga waktu mencinta, prepared lah buat jatuh. And it goes on...full circle!
Love is already (another) bodoh story...Let us not make it looks even more stupid!! just get real! Wish you a good healthy Love!
January 19, 2009
HADIAHKU HARI INI
Ingatkah kau tentang sesuatu?
Milikku?!
Pernah kutitip padamu dulu
Karena titipan
aku yakin kau jaga!
Sekarang,
bagaimana kalau itu kuberikan?
Kau suka?
-Kasur,19.01.09-
Milikku?!
Pernah kutitip padamu dulu
Karena titipan
aku yakin kau jaga!
Sekarang,
bagaimana kalau itu kuberikan?
Kau suka?
-Kasur,19.01.09-
December 21, 2008
TIME
Time...
sets of seconds that
brings you to me
sets of minutes that
take you close to me
sets of hours that
make you stay with me
Time,
nothing more than sets of human
creation for limitation
you and me...are timeless!
sets of seconds that
brings you to me
sets of minutes that
take you close to me
sets of hours that
make you stay with me
Time,
nothing more than sets of human
creation for limitation
you and me...are timeless!
December 19, 2008
Needless to Say
Need I say more,
if the heart beats louder
Need I say more,
if the eyes opens wider
Need I say more,
if the lips smiles better
Needless to say...
There's no word will do what the word should do...
if the heart beats louder
Need I say more,
if the eyes opens wider
Need I say more,
if the lips smiles better
Needless to say...
There's no word will do what the word should do...
December 18, 2008
B 1 NAL
Macetnya Jakarta emang udah cerita bersambung yang ga selese-selese, kayanya Jakarta dengan jalan-jalan yang penuh ama mobil dari mobil mewah ampe yang udah ga laik jalan memang pemandangan cantik yang bikin Jakarta ya Jakarta. Gue bilang cantik mungkin karena emang gue terlalu cinta ama kota ini ato emang pada dasarnya gue ignorant aja gitu ama kemacetan. Tapi yang jelas gue ga pernah ngerasa terlalu annoyed dengan kemacetan Jakarta. Malah for all the wrong reasons, I sort of enjoying it! (HE??) yup, buat gue macet itu ga lebih dari pada waktu lebih buat berkhayal!hehehe...ketauan deh gue kurang kerjaan!(Ngayal mulu!).
Hari jum'at sore kemaren, on my way to somewhere, lagi-lagi gue terjebak kemacetan rutin di jalan Sudirman. Dan seperti biasa gue dengan senangnya ngeliatin mobil-mobil lewat sembari ngayal gue didalem mobil itu kalo pas nemu mobil yang keren. Ditengah keasyikan gue, eh gue liat satu mobil sedan item dua pintu kereeeen banget (sumpeh kagak tau mereknya!) tapi bukan itu yang buat gue tersenyum geli. Dibelakang mobil itu gue liatlah tulisan B 1 NAL di plat mobilnya, gue pikir tadinya itu sekedar plat maenan. Tapi pas gue liat lagi ternyata beneran plat mobilnya B 1 NAL. Instead of heran kenapa tu mobil bisa berplat begitu entah kenapa gue malah refleks ngayal (again!) didalemnya pastilah om-om senang kebanyakan duit (Maaf untuk Om-om yang merasa saya telah melanggar azas praduga tak bersalah ya!). Tapi pas gue sadar dari khayalan gue, gue juga jadi heran kenapa tu mobil platnya 3 huruf dibelakang. Ternyata setelah googling sebentar, gue baru tau kalo per September 2008 kemaren plat mobil baru Jakarta mulai 3 huruf dibelakang, mungkin kombinasi dua huruf udah habis kali ya. Pantes aja Jakarta makin?!? Setelah itu lagi-lagi gue kembali dengan khayalan ga penting gue itu,gue pikir lucu kali ya kalo suatu saat nanti gue temukan mobil-mabil baru dengan plat deklaratif macem B 1 TCH, B16 13OSS, B16 ASS...hahaha...
Hari jum'at sore kemaren, on my way to somewhere, lagi-lagi gue terjebak kemacetan rutin di jalan Sudirman. Dan seperti biasa gue dengan senangnya ngeliatin mobil-mobil lewat sembari ngayal gue didalem mobil itu kalo pas nemu mobil yang keren. Ditengah keasyikan gue, eh gue liat satu mobil sedan item dua pintu kereeeen banget (sumpeh kagak tau mereknya!) tapi bukan itu yang buat gue tersenyum geli. Dibelakang mobil itu gue liatlah tulisan B 1 NAL di plat mobilnya, gue pikir tadinya itu sekedar plat maenan. Tapi pas gue liat lagi ternyata beneran plat mobilnya B 1 NAL. Instead of heran kenapa tu mobil bisa berplat begitu entah kenapa gue malah refleks ngayal (again!) didalemnya pastilah om-om senang kebanyakan duit (Maaf untuk Om-om yang merasa saya telah melanggar azas praduga tak bersalah ya!). Tapi pas gue sadar dari khayalan gue, gue juga jadi heran kenapa tu mobil platnya 3 huruf dibelakang. Ternyata setelah googling sebentar, gue baru tau kalo per September 2008 kemaren plat mobil baru Jakarta mulai 3 huruf dibelakang, mungkin kombinasi dua huruf udah habis kali ya. Pantes aja Jakarta makin?!? Setelah itu lagi-lagi gue kembali dengan khayalan ga penting gue itu,gue pikir lucu kali ya kalo suatu saat nanti gue temukan mobil-mabil baru dengan plat deklaratif macem B 1 TCH, B16 13OSS, B16 ASS...hahaha...
HAPPILY EVER AFTER...THE FAIRY TALE STORY
Buat para cewek, cerita macem cinderella, putri salju, rapunzel, putri tidur dan cerita serupa lainnya pasti seringlah jadi bacaan di kala kecil. Kisah cinta sempurna si putri dan pangeran. Dan entah kenapa, to some extend..beberapa dari cewe' di muka bumi pastilah pernah kepikiran cerita ini. Kayanya cerita-cerita ini has long been established as the icons of true love story. Makanya ga heran pesta kawinan identik banget ama cerita cinta happily ever after model beginian. Tapi setelah gue pikirin, semua cerita ini ga satupun nyeritain tentang pangeran gentleman. Yah okelah kalo memang elo anggap pangeran diatas kuda itu keren. Buat gue kayanya ga satupun dari pangeran-pangeran itu pantes dapetin si putri cantik.
Coba liat pangerannya si putri salju. Betapa cabulnya ni cowo memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Dia liat ada putri yang pingsan karena makan apel beracun tergeletak sendirian di dalem hutan. Eh...malah dia cium!mungkin cerita benernya bukan cuma di cium. Tapi karena cerita itu akan beredar dikalangan anak di bawah umur, makanya disensor!
Pangerannya rapunzel. Okelah buat niatnya mau nolong si putri yang terjebak di menara tinggi. tapi haruskah dengan meminta si rapunzel nurunin rambutnya biar dia bisa manjat?? coba bayangin kaya apa sakitnya kepala si rapunzel itu gara-gara rambutnya dipake buat manjat.
Yang paling konyol ya pangerannya Cinderella. Dia menghabiskan waktu sepanjang pesta berdansa dan ngobrol ama si putri. Bahkan ampe jatuh cinta. Tapi nyatanya, ga ada satu halpun yang dia inget tentang cewe itu. Walhasil dia keliling kota buat nyari kaki yang pas buat sepatu yang ketinggalan. Jangankan kakinya, tampangnya aja dia ga inget!!
Menurut gue harusnya si putri salju itu berjodoh dengan salah satu kurcaci itu, yang dengan setia nolongin dia waktu susah, ngasih dia tempat tinggal, ngasih dia makan kala lapar atau kalau bukan sama kurcaci, ya paling ngga sama tukang jagalnya si ratu sihir aja..yang berani ngelawan perintah ratu jahat untuk membunuh putri salju. Dia rela mengorbankan diri kena kutuk si ratu karena membangkang demi membebaskan putri salju. Itu baru namanya cinta sejati..iya ngga???
Subscribe to:
Posts (Atom)

